Gambar untuk beberapa Hewan Langka
Kamis, 05 Desember 2013
Minggu, 01 Desember 2013
Melestarikan Hewan Langka
USAHA PELESTARIAN HEWAN LANGKA SERTA TUJUANNYA
(Sumber: http://asagenerasiku.blogspot.com)
1. Pelestarian In Situ adalah pelestarian yang
dilakukan pada tempat asli hewan atau
tumbuhan tersebut berada. Contoh
pelestarian in situ adalah suaka margasatwa, hutan lindung, dan taman nasional.
Suaka margasatwa merupakan kawasan yang melindungi hewan. Hutan lindung
merupakan kawasan yang melindungi tumbuhan. Adapun taman nasional
merupakan kawasan yang melindungi hewan
dan tumbuhan
2. Pelestarian ex situ adalah pelestarian yang dilakukan di luar tempat tinggal aslinya. Hal itu
dilakukan karena hewan dan tumbuhan
kehilangan tempat tinggal aslinya. Selain
itu, pelestarian ex situ dilakukan sebagai upaya rehabilitasi, penangkaran, dan pembiakan
hewan maupun tumbuhan langka. Contoh
pelestarian ex situ antara lain kebun botani, seperti Taman Safari,
kebun binatang, dan penangkaran.
Adapun tujuan dari upaya pelestarian hewan dan
tumbuhan langka sebagai berikut :
1. Mejaga keseimbangan ekosistem agar kehidupan dimuka bumi ini tetap berjalan dengan baik.
2. Melestarikan keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.
3. Memenuhi kebutuhan masyarakat. Misalnya untuk bahan bangunan, makanan, dan obat- obatan.
4. Menciptakan lingkungan yang nyaman dan mengurangi pencemaran udara dengan tumbuhnya berbagai pohon.
5. Dapat dimanfaatkan sebagai tempat hiburan dengan membuat taman rekreasi atau kebun binatang.
1. Mejaga keseimbangan ekosistem agar kehidupan dimuka bumi ini tetap berjalan dengan baik.
2. Melestarikan keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.
3. Memenuhi kebutuhan masyarakat. Misalnya untuk bahan bangunan, makanan, dan obat- obatan.
4. Menciptakan lingkungan yang nyaman dan mengurangi pencemaran udara dengan tumbuhnya berbagai pohon.
5. Dapat dimanfaatkan sebagai tempat hiburan dengan membuat taman rekreasi atau kebun binatang.
DAFTAR HEWAN YANG DILINDUNGI BERDASARKAN PP NO. 7 TAHUN 1999
(Sumber: www.iwf.or.id)
| No. | Nama Indonesia | Nama Inggris | Nama Ilmiah | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Anoa Dataran Rendah | - | Anoa depressicornis | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2 | Anoa Pegunungan | - | Bubalus quarles | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 3 | Babi Rusa | - | Babyrousa babyrussa | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 4 | Badak Jawa | - | Rhinoceros sondaicus | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 5 | Badak Sumatera | - | Dicerorhinus sumatrensis | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 6 | Banteng | - | Bos javanicus | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 7 | Beruang Madu | - | Helarctus malayanus | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 8 | Binturung | Binturong | Arctictis binturong | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9 | Burung Beo Nias | - | Gracula religiosa robusta | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 10 | Burung Elang Bondol | - | Haliastur indus | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 11 | Burung Kuau Besar | - | Argusianus argus | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 12 | Burung Rangkong | - | Rhyticeros cassidix | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 13 | Cendrawasih | - | Seleucidis melanoleuca | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 14 | Elang Jawa | - | Spizaetus bartelsi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 15 | Gajah | - | Elephas maximus sumatranus | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 16 | Harimau Sumatera | - | Panthera tigris sumatraensis | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 17 | Ikan Belida | - | Notopterus notopterus | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 18 | Jalak Bali | - | Leucopsar rothschildi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 19 | Komodo | - | Varanus komodoensis | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 20 | Maleo | - | Macrocephalon maleo | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 21 | Nuri Raja | - | Alisterus amboinensis | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 22 | Paus Bersirip | - | Balaenoptera physalus | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 23 | Paus Biru | Blue Whale | Balaenoptera musculus | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 24 | Pesut Mahakam | - | Orcaella brevirostris | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 25 | Pulusan | Hog Badger | Arctonyx collaris | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 26 | Rusa Timor | - | Cervus timorensis | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 27 | Siluk Merah | - | Sclerophages formosus | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 28 | Tangkasi | - | Tarsius spectrum |
Hewan atau disebut juga dengan binatang adalah kelompok organisme yang diklasifikasikan dalam kerajaan Animalia atau metazoa, adalah salah satu dari berbagai makhluk hidup di bumi. Sebutan lainnya adalah fauna dan margasatwa (atau satwa saja).
Hewan dalam pengertian sistematika modern mencakup hanya kelompok bersel banyak (multiselular) dan terorganisasi dalam fungsi-fungsi yang berbeda (jaringan), sehingga kelompok ini disebut juga histozoa. Semua binatang heterotrof, artinya tidak membuat energi sendiri, tetapi harus mengambil dari lingkungan sekitarnya
Ciri-Ciri Hewan
Hewan mempunyai daya gerak, cepat tanggap terhadap rangsangan eksternal, tumbuh mencapai besar tertentu, memerlukan makanan bentuk kompleks dan jaringan tubuhnya lunak. Perbedaan itu berlaku secara umum, tentu saja ada kelainan-kelainannya. Tiap individu, baik pada hewan uniselular maupun pada hewan multiselular, merupakan satu unit. Hewan itu berorganisasi, berarti tiap bagian dari tubuhnya merupakan subordinat dari individu sebagai keseluruhan baik sebagai bagian suatu sel maupun seluruh sel. Inilah yang disebut konsep organismal, suatu konsep yang penting dalam biologi.
Secara umum berikut ini adalah ciri-ciri hewan:
- Hewan merupakan organisme eukariota, multiseluler, heterotrofik. Berbeda dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang sudah jadi, ke dalam tubuhnya dengan cara menelan (ingestion) atau memakan organisme lain, atau memakan bahan organik yang terurai.
- Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel yang menyokong tubuh dengan kuat, seperti pada tumbuhan atau jamur. Komponen terbesar sel-sel hewan terdiri atas protein struktural kolagen.
- Keunikan hewan yang lain adalah adanya dua jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls dan pergerakan, yaitu jaringan saraf dan jaringan otot sehingga dapat bergerak secara aktif.
- Sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.
- Alat pernapasan pada hewan bermacam-macam tergantung pada temapt hidupya, ada yang bernapas dengan paru-paru seperti kucing, insang seperti ikan, kulit seperti cacing, trakea seperti serangga.
- Memerlukan makanan untuk tumbuh dan bertahan hidup.
- Tidak mempunyai indra berpikir.
- Dapat dikendali untuk manusia (hewan piaraan/sirkus).
- Kehidupan dapat berakhir (mati)
Langganan:
Postingan (Atom)








