Minggu, 01 Desember 2013

Melestarikan Hewan Langka

USAHA PELESTARIAN HEWAN LANGKA SERTA TUJUANNYA 

 (Sumber: http://asagenerasiku.blogspot.com)

Pelestarian hewan dan tumbuhan secara garis besar dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
1. Pelestarian In Situ adalah pelestarian yang dilakukan  pada tempat asli hewan atau tumbuhan tersebut  berada. Contoh pelestarian in situ adalah suaka margasatwa, hutan lindung, dan taman nasional. Suaka margasatwa merupakan kawasan yang melindungi hewan. Hutan lindung merupakan kawasan  yang melindungi tumbuhan. Adapun  taman nasional merupakan kawasan yang melindungi  hewan dan tumbuhan
2. Pelestarian ex situ adalah pelestarian yang dilakukan  di luar tempat tinggal aslinya. Hal itu dilakukan karena  hewan dan tumbuhan kehilangan tempat tinggal  aslinya. Selain itu, pelestarian ex situ dilakukan sebagai  upaya rehabilitasi, penangkaran, dan pembiakan hewan  maupun tumbuhan langka. Contoh pelestarian ex situ antara lain kebun botani, seperti Taman Safari, kebun  binatang, dan penangkaran.
 
Adapun tujuan dari upaya pelestarian hewan dan tumbuhan langka sebagai berikut :
1. Mejaga keseimbangan ekosistem agar kehidupan dimuka bumi ini tetap berjalan dengan baik.
2. Melestarikan keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.
3. Memenuhi kebutuhan masyarakat. Misalnya untuk bahan bangunan, makanan, dan obat- obatan.
4. Menciptakan lingkungan yang nyaman dan mengurangi pencemaran udara dengan tumbuhnya berbagai pohon.
5. Dapat dimanfaatkan sebagai tempat hiburan dengan membuat taman rekreasi atau kebun binatang.
 
DAFTAR HEWAN YANG DILINDUNGI BERDASARKAN PP NO. 7 TAHUN 1999
(Sumber: www.iwf.or.id)
 
No. Nama Indonesia Nama Inggris Nama Ilmiah
1 Anoa Dataran Rendah - Anoa depressicornis
2 Anoa Pegunungan - Bubalus quarles
3 Babi Rusa - Babyrousa babyrussa
4 Badak Jawa - Rhinoceros sondaicus
5 Badak Sumatera - Dicerorhinus sumatrensis
6 Banteng - Bos javanicus
7 Beruang Madu - Helarctus malayanus
8 Binturung Binturong Arctictis binturong
9 Burung Beo Nias - Gracula religiosa robusta
10 Burung Elang Bondol - Haliastur indus
11 Burung Kuau Besar - Argusianus argus
12 Burung Rangkong - Rhyticeros cassidix
13 Cendrawasih - Seleucidis melanoleuca
14 Elang Jawa - Spizaetus bartelsi
15 Gajah - Elephas maximus sumatranus
16 Harimau Sumatera - Panthera tigris sumatraensis
17 Ikan Belida - Notopterus notopterus
18 Jalak Bali - Leucopsar rothschildi
19 Komodo - Varanus komodoensis
20 Maleo - Macrocephalon maleo
21 Nuri Raja - Alisterus amboinensis
22 Paus Bersirip - Balaenoptera physalus
23 Paus Biru Blue Whale Balaenoptera musculus
24 Pesut Mahakam - Orcaella brevirostris
25 Pulusan Hog Badger Arctonyx collaris
26 Rusa Timor - Cervus timorensis
27 Siluk Merah - Sclerophages formosus
28 Tangkasi - Tarsius spectrum              
                          


Hewan atau disebut juga dengan binatang adalah kelompok organisme yang diklasifikasikan dalam kerajaan Animalia atau metazoa, adalah salah satu dari berbagai makhluk hidup di bumi. Sebutan lainnya adalah fauna dan margasatwa (atau satwa saja).
Hewan dalam pengertian sistematika modern mencakup hanya kelompok bersel banyak (multiselular) dan terorganisasi dalam fungsi-fungsi yang berbeda (jaringan), sehingga kelompok ini disebut juga histozoa. Semua binatang heterotrof, artinya tidak membuat energi sendiri, tetapi harus mengambil dari lingkungan sekitarnya

 Ciri-Ciri Hewan 
Hewan mempunyai daya gerak, cepat tanggap terhadap rangsangan eksternal, tumbuh mencapai besar tertentu, memerlukan makanan bentuk kompleks dan jaringan tubuhnya lunak. Perbedaan itu berlaku secara umum, tentu saja ada kelainan-kelainannya. Tiap individu, baik pada hewan uniselular maupun pada hewan multiselular, merupakan satu unit. Hewan itu berorganisasi, berarti tiap bagian dari tubuhnya merupakan subordinat dari individu sebagai keseluruhan baik sebagai bagian suatu sel maupun seluruh sel. Inilah yang disebut konsep organismal, suatu konsep yang penting dalam biologi.
Secara umum berikut ini adalah ciri-ciri hewan:
  1. Hewan merupakan organisme eukariota, multiseluler, heterotrofik. Berbeda dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang sudah jadi, ke dalam tubuhnya dengan cara menelan (ingestion) atau memakan organisme lain, atau memakan bahan organik yang terurai.
  2. Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel yang menyokong tubuh dengan kuat, seperti pada tumbuhan atau jamur. Komponen terbesar sel-sel hewan terdiri atas protein struktural kolagen.
  3. Keunikan hewan yang lain adalah adanya dua jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls dan pergerakan, yaitu jaringan saraf dan jaringan otot sehingga dapat bergerak secara aktif.
  4. Sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.
  5. Alat pernapasan pada hewan bermacam-macam tergantung pada temapt hidupya, ada yang bernapas dengan paru-paru seperti kucing, insang seperti ikan, kulit seperti cacing, trakea seperti serangga.
  6. Memerlukan makanan untuk tumbuh dan bertahan hidup.
  7. Tidak mempunyai indra berpikir.
  8. Dapat dikendali untuk manusia (hewan piaraan/sirkus).
  9. Kehidupan dapat berakhir (mati)